Judul Buku : Sweet Blue Kiss
Pengarang : Puspita Rachmasari (Pipiet)
Penyunting : Younee
Perancang Sampul : Iyal
Penata Letak : Puthut
Ilustrasi Sampul : Heny Indrianty
Penerbit : Puspa Swara, Anggota IKAPI
Tebal Halaman : 236 Halaman
Tahun Terbit : Cetakan I – Jakarta, 2006
Buku ini menceritakan Aril mahasiswa yang kuliah di Fakultas Hukum Semester Lima yang memang namanya sudah popular dikalangan kampus. Seluruh kampus pasti mengenal Aril. Terlebih untuk para mahasiswi. Aril memang di gilai banyak gadis, selain mempunyai wajah yang tampan, ia juga sangatramah dan disenangi banyak orang. Akan tetapi, tanpa di diga-duga Aril malah menyukai Sevira, seorang gadis yang pendiam dan low profil. Banyak hal yang Aril lakukan untuk mendekati sevira. Sampai-sampai ia rela mengikuti organisasi yang misinya mengumpulkan dana bernilai ratusan juta rupiah. Tapi memang saja sosok Irvan dan malik adalah sosok sahabat yang Aril butuhkan. Mereka berdua sangat dekat dengan Aril dan merupakan sahabat yang bisa di andalkan.
Akan tetapi, proses pendekatan tidaklah selancar yang di harapkan. Satya, sang ketua organisasi tidak setuju dengan bergabungnya aril, Irvan dan Malik ke dalam Organisasinya. Terlebih-lebih untuk sosok Cintya, Satya tidak menaruh kepercayaan untuk gadis itu. Bagaimana Satya tidak keberatan, di dalam hatinya. Aril, Ivan, Malik adalah orang-orang yang tidak serius, asal-asalan dan tidak bisa diajak berorganisasi. Lalu Cintia hanya sosok model cantik yang hanya jadi “anak bawang” alias hanya mempunyai tujuan untuk dekat dengan Aril, lelaki yang sudah lama ia cintai. Akhirnya Satya menerima mereka dan mengakui bahwa Aril mempunyai segudang ide untuk proyek yang akan dilaksanakan tersebut.
Hubungan antara Aril dan Sevira kian dekat gara-gara keikutsertaan mereka dalam mengurus Organisasi. Sevira yang tadinya “dingin” kepada Aril, tiba-tiba menjadi sosok yang terbuka dan suatu hari Sevira diajak Aril makan malam dan di kesempatan itu Sevira diperkenalkan dengan mama Aril. Akhirnya setelah pembicaraan panjang lebar, aril dan Sevira baru tahu kalau sebenarnya sejak kecil mereka pernah dekat, sewaktu nenek Sevira masih hidup. Pantas saja, sosok Sevira mempunyai daya tarik kuat untuk Aril. Singkat cerita, merekapun pacaran.
Urusan cinta Sevira dan Aril semakin runyam karena Cintia tidak rela Sevira merebut Aril darinya. Cintia tahu Aril sangat sayang padanya, namun hanya sebatas kakak pada adiknya. Tapi Cintia bersikeras untuk menjadi sosok wanita yang dicintai Aril, ada satu hal yang menarik ternyata Irvan juga menaruh hati pada Cintia, akan tetapi kenyataanya Cintia tidak memberikan harapan untuk Irvan. Satya si ketua organisasi yang cemburu dengan keberadaan dan kehidupan Aril yang hampir perfect, Satya melakukan penyebaran foto Aril yang di cium Cintia. Hal itu membuat hubungan Aril dan Sevira menjadi runyam, sevira pun mulai menjauhi Aril, akan tetapi Aril mencoba menjelaskan dengan berbagai cara. Lalu akhirnya satyapun mulai di jauhi teman-teman satu organisasinya karena ketahuan sengaja memotret dan menyebarkan foto tersebut. Hubungan antara Aril, Irvan, dan Malikpun semakin renggang, tapi yang parah adalah masalah dengan Malik. Malik mengira Aril yang mencuri “paper2 yang tadinya akan di derahkan pada Pak Ramlan Asisten dosen. Bahkan perkelahian antara malik dan Aril tak bisa di hindarkan.
Kenyatan pahitpun terjadi, Aril yang selama ini dikenal selalu baik dan ceria ternyata mengidap penyakit Leukimia. Penyakit itu sudah ia derita sejak masih SMP. Sevira yang tadinya marah kepada Aril menjadi schook dan mulai memaafkan dan melupakan kejadian yang selama ini membuat hubunganya dengan Aril menjadi runyam. Malikpun akhirnya tahu kebenaran tentang pemilihan asisten dosen tersebut dan mulai meminta maaf , Irvan pun senang ternyata Aril-lah yang membuka jalan baginya untuk berhasil casting. Cintia pun menyadari kesalahanya dan mulai menerima kenyataan bahwa aril bukan untuknya.
Hari demi hari keluarga Aril, Sevira, Cintia, Irvan dan Malik mengisi harinya untuk menemani Aril yang sakit. Namun akhirnya Aril meninggal dunia kerena penyakit yang di deritanya sudah parah. Dengan kematian aril sevira sangat terpukul sekali. Ia pun akhirnya mencoba melewati hari-harinya tanpa Aril. Namun setelah beberapa bulan Sevira bertemu dengan Arya. Arya adalah saudara kembar Aril yang berada di luar kota, tadinya Sevira serasa mimpi bertemu dengan Aril. Namun, akhirnya Sevira sadar bahwa Aril sudah meninggal.sevira pun senang dengansikap Arya yang mirip dengan Aril lalu mereka mencoba untuk saling mengenal. Akan tetapi bagi Sevira, Aril tetaplah Aril sosok yang tak bisa digantikan oleh siapapun.
Read More......

